Elysia chlorotica : Siput yang bisa
melakukan fotosintesis
Selama ini kita telah memahami
bahwa organisme autotrof yang mampu menyusun bahan organik melalui proses fotosintesis adalah tumbuhan. Hewan dan manusia hidup secara heterotrof
sehingga tidak bisa melakukan proses tersebut. Karena itu hewan dan manusia
mengambil bahan organik untuk makanan dari tumbuhan.

Lihat foto tersebut. Tubuh siput
itu secara alamiah berbentuk mirip lembaran daun dengan permukaan yang lebar.
Ini sangat efektif untuk menangkap lebih banyak cahaya yang diperlukan dalam
fotosintesis.
Sydney Pierce, pakar biologi dari Universitas South Florida di Tampa yang telah mempelajari
mahluk unik tersebut selama 20 tahun mengatakan bahwa siput laut ini tinggal di
rawa-rawa air asin di New England, Kanada. Diduga, hewan tersebut
"mencuri" gen untuk menghasilkan pigmen hijau (klorofil)
atau kloroplas dan dipakai untuk melakukan fotosintesis. Dengan cara ini ia
mampu memanfaatkan cahaya matahari untuk membentuk bahan organik sebagai sumber
makanan, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi. Persis
seperti tumbuhan.
Pierce mengumpulkan sejumlah hewan
tersebut dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan. Asal diberi cahaya
selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan hidup tanpa makan! Wow!
Untuk mengetahui apakah siput ini
benar-benar membentuk klorofil sendiri, para peneliti menggunakan pelacak
radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan
klorofil, dan bukan ‘mencurinya’ dari pigmen klorofil alga. Ternyata,
siput-siput ini mampu mengintegrasikan materi genetika dengan sangat sempurna sehingga sifat ini bisa diturunkan pada
generasi selanjutnya.
Anak-anak siput yang sudah
"mencuri" gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun
mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa
"mencuri" banyak kloroplas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar